Sunday, October 13, 2013

Mendengar Kata Pacaran



Text Box: Merujuk pendapatnya W.A. Gerungan bahwa
hubungan cinta kasih antara manusia itu ,
biasanya didahului pula oleh hubungan simpati
yang terus-menerus memegang peranannya
dalam hubungan cinta kasih itu . patut ditambahkan
bahwa simpati dapat berkembang
perlahan-lahan atau timbul dengan tiba-tiba.
Dari rasa tertarik itu, bisa tumbuh perasaan
cinta dan sayang karena rasa ketertarikan itu
sudah melekat di dalam diri elo. Terlebih. rasa
ingin memiliki atau dimiliki sangat kuat.
Perasaan-perasaan ini sifatnya sangat
pribadi. Jadi, bergantung atau kembali pada
suasana hati masing-masing. Elo yang sedang
dilanda cinta akan merasakan berbagai macam
perasaan. Sesuai dengan ungkapan,',Cinta sejuta
rasa". Misalnya, rasa rindu, benci, simpati, 
kasihan, bimbang, dan cemburu.
Dalam membina hubungan, nggak selamanya
berjalan dengan lancar dan harmonis. Tetapi
ada kalanya timbul masalah atau pertentangan
kepentingan. Masalah ini  bisa datang dari diri
elo sendiri atau di luar diri elo. Berdasarkan
hasil wawancara dengan beberapa orang. ada
berbagai masalah berkaitan dengan hubungan
lawan jenis.
Apakah belajar dulu, pacaran belakangan
Atau sebaliknya, pacaran sambil belajar? Hal
ini sering terjadi, mengingat masa remaja adalah
masa belajar di bangku sekolah. Apabila pacaran
 takut konsentrasi belajar terganggu, Tetapi
di balik itu , elo berhasrat membina hubungan.
Apabila keduanya diambil, elo harus pandai-
pandai membagi waktu dan menjaga perasaan
Jangan sampai kedua hal ini berbenturan akan
mengganggu. Tetapi, justru pacaran harus.jadi
pendorong untuk lebih giat belajar.
Masalah yang sering dikeluhkan, yaitu ortu
elo yang nggak setuju. Ortu melarang elo untuk
berpacaran dulu. Ortu menginginkan agar elo
lebih konsentrasi dalam belajar.
Disamping itu, ortu nggak menyetujui pilihan
anaknya. Pada dasarnya, ortu nggak melarang
elo pacaran, asal mengikuti pilihan ortu. Dalam
kondisi demikian, elo jadi serba salah, Kalau
mengikuti kehendak ortu, hati tak rela. Kalau menuruti keinginan sendiri, 
takut ortu kecewa.

Mendengar kata pacaran, jadi teringat
dengan hal-hal yang indah dan ehm…
mesra ! Eit, eit . , . , tunggu, jangan
diteruskan ingatan dan imajinasi elo ke segala arah
Jangan-jangan, elo mikiran yang nggak-nggak
Ya ..., pacaran memang sesuatu yang menarik
untuk dibicarakan karena semua orang
mengalami halyang sama, Terlepas itu sebelum
nikah atau sesudah nikah! Atau juga, seperti
elo yang jauh sebelumnya sudah akrab dengan
istilah Pacaran
Nah, jangan salah, lho, salah satu tugas elo
di kemudian hari, yaitu mempersiapkan diri untuk
memasuki dunia perkawinan atau rumah tangga.
Elo harus mempersiapkan diri dalam menempuh
kehidupan berkeluarga, yaitu menjadi suami
(ayah) atau istri (ibu). Memasuki gerbang atau
dunia perkawinan itu nggak terjadi begitu saja,
tetapi diperlukan suatu proses.
Seperti yang gue bilang tadi, proses menuju
atau memasuki dunia perkawinan dikenal dengan
istilah pacaran. Pacaran merupakan masa
penjajakan dan proses saling mengenal di antara
dua jenis kelamin yang berbeda, antara
laki-laki dan perempuan,
Dalam praktiknya, masa pacaran tersebut
ada yang berlangsung lama dan ada yang
terjadi secara singkat. Lama nggaknya masa
pacaran / bergantung pada situasi dan kondisi
yang memengaruhinya.
Namun, pada kebanyakan kasus, pacaran
sering terjadi di usia-usia muda karena adanya
ketertarikan atau simpati terhadap lawan jenis.
Itu hal yang wajar-wajar saja. Namun, sudah
nggak wajar jika ketertarikannya berlebihan.
Tertarik oleh ketampanan atau kecantikannya,
itu wajar, Namun, kalau tertarik karena
kekayaannya, itu "kurang ajar!".
Atau juga, elo bisa tertarik sama dia
karena dia penuh perhatian,
pergaulannya supel, humoris, suka menolong,
dan l a i n - l a i n .





Simpati dapat berkembang perlahann – lahan atau datang tiba - tiba






Mendingan elo putuskan untuk menunda dulu
masa pacaran. Dari kebanyakan kasus, jarang
atau hampir nggak pernah dengan pacaran
dapat membantu konsentrasi belajar atau yang
lainnya. Malah, banyak waktu tersita olehnya.
Percaya atau nggak, pacaran dapat berpengaruh
terhadap perkembanganmu, baik
secara langsung maupun nggak langsung. pengaruh
ini dapat berdampak positif atau negatif.
Positifnya, bila elo mampu memilah dan memilih,
mana yang layak dilaksanakan dan mana yang
mesti' dihindari. Sebaliknya, pacaran bisa berdampak
negatif, seandainya elo berpacaran
secara serampangan atau membabi buta. Nggak
mengindahkan norma-norma yang berlaku
dalam masyarakat dan agama. Ditambah lagi,
emosi semasa elo masih tergolong labil apabila
putus pacar sehingga konsentrasi belajar bisa
terganggu. Kalau sudah demikian, kan, elo sendiri
yang rugi!
Begitu juga bisa terjadi permusuhan di antara
teman, gara-gara salah pengertian dalam pergaulan
sehari-hari. Dampak negatif dari pacaran
yang dikhawatirkan adalah pelanggaran moral,
Misalnya, perbuatan yang dilakukan layaknya
pasangan suami-istri. Elo terjerumus ke dalam
tindakan yang nggak terpuji. Bukan mustahil
karena kondisi dan waktu yang mendukung elo
untuk berbuat seperti itu.
Untuk mengatasi dampak negatif dari paca
an ini, elo harus meluruskan niat dan memahami
arti dari pacaran. Di samping i t u , hendaknya
elo mampu mengendalikan d i r i , jangan sampai
mengikuti hawa nafsu yang dapat merugikan
diri sendiri. Oleh karena itu, nilai-nilai dan ajaran
agama harus jadi pegangan dalam setiap lang-
kah elo dalam meraih cita-cita. Karena, agama
merupakan benteng yang kukuh dari perbuatan
keji dan mungkar. Jadi, lebih baik menghin-
darinya daripada terjerumus olehnya! Ingat!!
dengan agama, hidup jadi terarah!

“ MENCARI JATI DIRI “ Nirina Jubir
Kutipan “Pustaka Kota “

No comments: